( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Perbedaan Kualitas Mebel Jepara Dan Harganya

Bagikan ini ?

perbedaan kualitas mebel jeparaPerbedaan Kualitas Mebel Jepara

Perbedaan mebel jepara yang kami produksi dibedakan menjadi 3 kategori kualitas atau grade yakni grade A, B dan C, Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan kualitas mebel jepara yang kami produksi, kami akan berusaha untuk menjelaskan se sederhana mungkin karena banyak sekali istilah2 didalam industri mebel jepara yang mungkin malah bikin bingung buat masyarakat awam. dan juga perlu di igat bahwa setiap perusahaan memiliki standart kualitas yang berbeda2, jadi mungkin anda akan mendapatkan penjelasan yang berbeda dari perusahaan lain.

Faktor Penentu Perbedaan Kualitas Mebel Jepara

Jadi begini…meskipun perbedaan kualitas mebel jepara dipengaruhi oleh banyak faktor, namun kami akan ambil 3 point saja yakni :

  • Kualitas kayu dan pertukangannya (mentahnya),
  • Bahan finishingnya
  • Dan terakhir adalah jenis dan kualitas aksesories pendukungnya.

Untuk bahan finishing dan aksesories mungkin tidak perlu dibahas dengan detail disini, karena…bahan2 tersebut adalah factory made alias buatan pabrik, jadi kualitas dan harganya pakem. beda dengan kayu yang buatan Tuhan, agak perlu sedikit penjelasan biar tidak salah paham. Bisa deh baca disini masalah hardware dan aksesories mebel jepara kalau anda bersikeras.

Faktor bahan baku kayu

Jadi mari kita bicara tentang kayu, dalam hal ini kami akan bahas kayu jati. Namun penjelasan ini dapat juga berlaku untuk kayu jenis lain seperti mahoni, mangga, mindi dll karena pada dasarnya sama saja pemilahan kualitasnya.

Harga kayu jati dipengaruhi oleh ukuran diameternya, panjangnya dan daerah asal tumbuhnya. untuk ukuran akan dibahas secara singkat dibawah ini, sedang daerah penghasil kayu bagus diantaranya adalah blora, cepu, pacitan, gunung kidul, soppeng sulawesi dan masih banyak lain.

Kayu yang tumbuh diatas tanah tandus akan berkembang lama karena kurang gizi, tidak seperti manusia…ini malah bagus karena kayu akan tumbuh lambat dan mengakibatkan serat kayu nya padat dan stabil. beda dengan kayu yang tubuh di daerah subur. mereka cepet gede namun seratnya kurang padat dan suka kempes. Anda bisa bandingkan antara daging ayam kampung yang kekar dengan ayam sayur ternakan..? nah begitulah kira2 analogikanya.

Oiyha satu hal lagi hal utama yang mempengaruhi harga kayu jati adalah apakah kayu tersebut berasal dari hutan perhutani atau dari lahan milik rakyat. Kayu jati yang dikelola oleh perhutani kualitasnya lebih bagus jika dibanding dengan kayu rakyat (kayu jati kampung) yang tumbuh dilahan warga. Kayu jati perhutani (kita sebutnya TPK) di pelihara dengan baik sehingga menghasilkan kayu yang seratnya padat, lurus dan mata kayu nya sedikit. Kami hanya memakai kayu TPK untuk grade A, jadi jangan heran jika harganya hampir 2x Lipat dari Grade C.

Ukuran Kayu Jati

  • Kayu A1 atau OP

Kayu berukuran A1 atau OP berdiameter 15 – 20 cm. Ukuran kayu gelondong dibawah itu di jepara ukuran 10 – 15 kadang disebut DL, kami tidak pakai ini, repot dibelakang nantinya karena cenderung tidak stabil serat kayunya, melengkung lah, pecah lah, susut lah repot pokoknya.

Kayu A1 biasanya berumur muda, masih puluhan tahun juga sih..namun umur segitu dalam dunia kayu kita sebutnya muda. nah karena usia nya yang muda, serat kayunya cenderung masih labil (sama seperti anak2 muda kita), kalau tidak diperhatikan kekeringannya maka mebel yang dihasilkan mudah pecah. selain itu…karena diameter kecil, penampang papan hasil gergajian juga sempit, yang menjadikan mebel yang dihasilkan ada garis2 putih bagian pinggir papan. Gambar bicara lebih baik dari tulisan, silahkan…

perbedaan kualitas mebel jepara

perbedaan grade C kayu jati putihan

  • Kayu A2 atau OP

Kayu A2 berdiameter 20 – 30 Cm, dengan ukuran segini indikasi umurnya sudah lumayan tua, yang artinya penampang kayu lebih kuat dan luas dibanding kayu ukuran A1 diatas. Berikut penampakan nya pada barang jadi.

mebel jati jepara

  • Kayu A3

Kayu A3 berdiameter 30 – 40 cm. ukuran yang ideal untuk pembuatan furniture. kayu ukuran ini berumur tua sehingga serat kayunya bagus dan stabil tidak mudah susut.

Jadi diatas adalah penjelasan singkat mengenai ukuran kayunya, berikut dibawah adalah penjelasan mengenai grade atau standart kualitas yang kami pakai di perusahaan mebel jepara kami. Please note kalau lain perusahaan kemungkinan besar lain standart lho…

Masih ada ukuran kayu jati yang lebih besar dari spesifikasi diatas, namun itu masuk kategori special purchase. tidak bisa didapatkan dengan mudah dipasaran. Misal jika anda mau pesan meja makan kayu jati dengan daun meja tanpa sambungan ukuran lebar 100 x panjang 5 meter tebalnya 15 cm. Bisakah…? bisa saja, tapi harganya menyesuaikan.

Mebel Kualitas Grade C

  • Bahan Kayu : Kayu rakyat diameter 17 – 25 Cm ( bagian pinggir kayu yang putih masih dipakai )
  • Bahan Finishing : Melamine
  • Hardware : Standart pasar sekelas merk Huben

– Kekurangannya

Jika kita perhatikan dengan seksama anda akan melihat garis batas antar bagian putih kayu dengan bagian tengahnya, hal ini menimbulkan efek belang pada tampilan keseluruhan. Tingkat keawetannya juga terbatas, bagian pinggir kayu yang berwarna putih lebih empuk dan lebih mudah di makan hama. meskipun hal ini bisa di hindari dengan pemakaian anti hama dan teknik finishing yang tepat, namun resiko tersebut masih tetap ada.

– Kelebihannya

Selain harga lebih murah, semua kekurangan tersebut diatas tidak akan kelihatan jika tidak di cermati oleh mata orang yang tahu seluk beluk kayu, jadi anda tidak akan merasa membeli barang murahan meski dengan harga yang memang murah. Rata2 konsumen kami memilih grade C untuk kebutuhan mereka.

Mebel Kualitas Grade B

  • Bahan Kayu : Kayu rakyat diameter 25 – 35 Cm ( bagian pinggir kayu yang putih TIDAK dipakai )
  • Bahan Finishing : Nitrocellulose / NC
  • Hardware : Standart pasar sekelas merk Drolla

– Kelebihannya

Awet dan berkualitas tinggi karena dibuat dari bahan baku yang bagus jika dibandingkan dengan yang ada dipasaran karena dibuat dari kayu berdiameter besar. semakin besar diameter kayu maka umurnya semakin tua dan semakin bagus kekuatannya.

Warna dan serat kayu seragam karena tidak pakai bagian pinggir papan yang berwarna putih.

– Kekurangannya

Lebih mahal dibanding dengan mebel grade C karena pemakaian bahan baku yang lebih mahal. pembuangan bagian pinggir mengharuskan untuk pemakaian kayu berdiameter besar yang harganya lebih mahal.

Mebel Kualitas Grade A

  • Bahan Kayu : Kayu TPK perhutani diameter 30 Cm keatas ( bagian pinggir kayu yang putih TIDAK dipakai )
  • Bahan Finishing : Nitrocellulose / NC atau PU
  • Hardware : Standart pasar sekelas merk Havele dan bloom.

Mebel dengan grade ini jarang kami buat karena mahal dan spesifikasi kualitasnya sulit untuk dipenuhi. kami memakai bahan kayu perhutani diameter besar dan hanya memakai bagian tengah papan yang harus minim dari cacat, seperti mata mati atau serat patah.

Bahan finishingnya memakai PU ( polyurethane ) untuk pesanan high gloss, bahan finishing ini sama dengan kualitas cat mobil dan kendaraan bermotor yang tahan terhadap cuaca dan bahkan hujan asam. Hardware top class dan penanganan yang ekstra hati2 menjadikan harga grade A relatif mahal.

Jadi demikian penjelasan singkat kami mengenai perbedaan kualitas mebel jepara, jika anda masih merasa kurang jelas maka silahkan hubungi kami melalui halaman kontak diatas. Matur Nuwun

Informasi Terkait :

Summary
Perbedaan Kualitas Mebel Jepara
Article Name
Perbedaan Kualitas Mebel Jepara
Description
Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan kualitas mebel jepara yang dibedakan menjadi 3 kategori kualitas yaitu grade C, grade B dan grade A
Author
Publisher Name
Kedai Mebel Jepara
Publisher Logo

Kami di Sosial Media