( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Sedikit Cerita Tentang Mebel Jepara Ukiran Klasik

Bagikan ini ?

mebel jepara ukiran klasikMebel Jepara Ukiran Klasik

Mebel jepara ukiran klasik adalah kebanggaan kami sebagai putra kota jepara asli, kerajinan ukiran jepara merupakan salah satu identitas kami dimata dunia yang membawa nama kota jepara dikenal sampai mancanegara. Oleh karena itu tak ada salahnya jika kami mencoba angkat tema ini pada tulisan halaman ini agar kami tidak lupa siapa dan darimana kami berasal, dan agar anda jadi lebih tahu tentang apa dan bagaimana ukiran jepara itu sendiri sebelum anda memutuskan untuk membelinya.

Kesenian ukiran jepara yang berkembang sekarang adalah berasal dari budaya ukiran kayu yang di turunkan oleh nenek moyang kami sejak jaman dahulu kala. keahlian ukir kayu dan pertukangan kota kami telah “melegenda” bahkan sampai macanegara. Meskipun pada kenyataan nya sekarang ini mebel minimalis jati jepara banyak berkembang di kota jepara, namun mebel ukir jepara akan tetap mempunyai tempat tersendiri yang tidak akan tergantikan keberadaannya. “classic will never die”

Mengapa Beli Mebel Ukiran

Ukiran jepara itu bagus lho…ini kalau misalnya kami tanya ke teman2 orang bandung atau jakarta misalnya, pasti jawabannya begitu. meskipun kota jepara bukanlah satu2nya penghasil ukiran namun sudah jadi trade mark bahwa jepara ya ukirannya bagus. kota solo dan jogja juga bikin ukiran, bahkan pulau bali juga menghasilkan ukiran yang bagus banget, namun jepara tetap disebut kalau bicara masalah mebel ukiran.

Mebel jepara ukiran klasik mampu menghasilkan nuansa klasik nan mewah kedalam ruangan rumah anda, tapi untuk mencapai ini memang perlu hati2 menata ruang secara keseluruhan agar konsep klasik dari mebel ukiran tidak “bertabrakan” dengan komponen ruangan yang lain. misalnya anda punya rumah dengan pintu dan jendela atau langit2 warnanya fancy, merah, hijau, kuning dan lain2, pasti akan nabrak kalau mebel nya ber tema ukiran nan klasik. lebih baik jika semua komponen dari ruangan adalah berwarna dan berbentuk natural supaya kesan mewah dan elegan bisa didapat dari semua elemen. anda mungkin bisa memanfaatkan jasa interior designer untuk menata ruangan biar bisa klik sama mebel nya nanti. atau kalau tidak ya kita hanya perlu kreatif saja, try and error boleh saja kok asal tidak terlalu banyak biayanya.

Selain mewah, bagus dan lain2, mengapa orang masih beli mebel ke jepara, terutama mebel ukiran ini. kenapa tidak beli ke bali atau ke solo misalnya, jawaban kami adalah karena pengerjaan tukang kayu kami bagus. ini bukannya meremehkan kota lain lho ya…namun budaya ukiran dan pengolahan kayu yang sudah sekian lama ada dikota kami membuat kami punya hal yang munkin tidak dimiliki kota lain, yakni pengalaman. Khusus untuk pulau bali, mereka juga penghasil ukiran yang bagus banget, namun lebih cenderung ke patung dan motif mithology. kalau untuk mebel ukiran, jepara tetap industry leader lah. bahkan banyak sekali mebel jepara yang dikirim ke bali untuk dijual disana, hampir tiap hari ada saja truk yang berangkat kesana untuk kirim barang mebel jepara. iya memang kalau masalah ini karena disana pasar bule banyak banget, jadi jualan mebel jepara dibali bisa lebih efektif kalau memang pangsa pasar bidikannya adalah para bule.

Mebel ukiran juga tidak akan tergeser oleh trend pasar, ya bagaimana mau tergeser kan ini barang klasik yang memang tidak mengenal trend. berbeda dengan minimalisan yang sangat terpengaruh perubahan trend yang ada. ibaratnya anda beli mebel klasik jepara dan bisa pakai seumur hidup tanpa kuatir ketinggalan jaman. ya kecuali jika anda bosan lho…lain cerita kalau itu.

Kenapa Tidak Beli Mebel Ukiran ?

Nah kalau alasan mengapa orang mau beli mebel jepara ukiran klasik sudah kami perkirakan diatas, sekarang kami ungkapkan pendapat kami, mengapa orang tidak mau beli mebel ukiran. menurut pengalaman yang kami dapat dari percakapan dengan konsumen. alasan mereka menolak saat kami tawari mebel model klasik ukiran adalah “Ruangannya kecil pak, nggak cukup kalau buat model serem2 gitu”, dan alasan ini memang sangat masuk akal, mebel ukir bakal bikin suasana jadi penuh sesak kalau diletakkan dalam ruang berukuran kecil. kecuali jika diperhitungkan dengan matang dengan konsep interior design yang kuat maka ya…tidak masalah. anda tahu betapa hebatnya para interior designer dalam “mengakali” kondisi kan ?

Alasan kedua mengapa mereka tidak mau beli mebel jepara ukiran klasik adalah “repot bersihinnya pak”, ya memang yang namanya ukiran pasti susah atau paling tidak perlu usaha yang ekstra untuk bersihinnya kan. ini bikin calon konsumen kami lebih memilih model minimalis daripada klasikan, maklumlah kalau dikota2 besar mereka semua sibuk, tidak ada waktu banyak untuk ngurusin hal2 seperti ini. yang praktis2 saja bilangnya…

Kalau yang terakhir ini sangat relatif, tergantung kemampuan masing2 pembeli. Harganya mahal…! ya memang lebih mahal dong kalau dibanding mebel minimalis. sekarang begini contoh kasusnya, misal ada pesanan lemari pakaian, ukurannya sama, pakai bahan kayu yang sama banyaknya, finishingnya juga sama, hardware dan lain2nya sama semaua deh, nah tapi kan ada proses ukiran, ini tidak murah lho, sebab bikin ukiran yang bagus ini tidak murah memang, hal ini saja sudah nambah harga yang lumayan ter notice, belum lagi proses yang jadi lama. kalau model minimalisan kan tukang kayu tidak perlu nunggu ukiran, hajar aja dari awal sampai akhir langsung jadi. biaya bikinnya juga jadi lebih murah. kalau bikin mebel ukiran kan musti nunggu ukirannya dulu jadi, baru sang tukang kayu bisa terusin kerja perakitan. hal ini juga berlaku dalam proses finishingnya, ngamplas barang polos dengan barang ukiran jelas beda tingkat kesulitannya, nah kalau sulit biayanya pasti minta nambah dong. Hal2 kayak begini yang bikin harga mebel jepara ukiran klasik jadi lebih mahal.

Bahan Baku Kayu

Hampir semua kayu bisa dibikin mebel ukiran, namun karena biaya pembuatan mebel ukiran yang mahal, sayang kalau dibikin pakai kayu yang jelek. jadi rata2 kayu yang dipakai juga yang berkualitas bagus. rata2 kayu jati dan mahoni adalah yang dipakai untuk pembuatannya. untuk konsumen lokal kayu jati masih jadi idola, kalau denger mebel jati gitu kesannya udah barang mahal saja. padahal ya belum tentu 😀 kayu yang kedua adalah mahoni. kayu mahoni diminati kebanyakan oleh konsumen luar negeri. popularitas kayu mahoni lebih baik dibanding kayu jati untuk mebel klasik.

Ada beberapa jenis finishing yang tidak bisa diaplikasikan pada kayu jati seperti finishing cat duco atau finishing dengan warna emas atau perak tempel. Kandungan minyak alami kayu jati yang notabene membuatnya awet sekali malah bisa membuat cat warna solid mejadi kekuningan saat di aplikasikan pada kayu jati, lama kelamaan seperti ada noda bekas minyak pada lapisan cat nya. kalau warna hitam atau warna gelap mungkin tidak kelihatan, kalau warna terang jangan deh. maka dari itu kayu mahoni tetap di pilih untuk pembuatan mebel ukir jepara dengan finishing cat warna solid / duco, bahkan untuk pasar lokal sekalipun.

Untuk bahan finishing  dengan warna natural kami menggunakan bahan nitrocellulose. bahan finishing ini meresap dengan sempurna tapi tidak menutup pori2 kayu seluruhnya, jadi masih meninggalkan kesan serat alami kayu yang indah, tidak seperti plastik kalau kata orang2 bule bilang. penampilan alami inilah yang jadi keharusan untuk mengejar penampilan antik dan kuno dari mebel klasik jepara.

Pemakaian glaze juga hampir wajib dalam proses finishing mebel antik, glaze adalah bahan tambahan untuk bikin efek bayangan pada permukaan mebel klasik, bentuknya seperti pasta bermacam warna yang dioleskan pada bagian2 tertentu mebelnya. anda lihat warna hitam disela2 ukiran pada gambar ukiran diatas, nah…itu pakai glaze. kalau tidak pakai glaze, kesan antik tidak bakalan kelihatan, barangnya jadi kelihatan…biasa…murah…membosankan.

Harga mebel jepara ukiran klasik

Seperti produk2 lain yang kami buat, harga mebel jepara ukiran klasik juga kami bedakan menjadi 3 grade, semua kami perhitungkan berdasar kondisi lapangan yang ada, jadi bukan hanya main rumus saja di sheet excel. grade C adalah kualitas standar kami, grade B adalah kualitas bagus (Recommended) dan grade A untuk kualitas terbaik kami. satu hal yang perlu digaris bawahi dalam penentuan grade ini adalah, setiap perusahaan punya standar masing2, standard kami belum tentu sama dengan perusahaan lain. anda bisa membaca penjelasan tentang perbedaan grade ini disalah satu halaman kami dimenu atas.

Dengan pengalaman dari budaya warisan leluhur kami dalam hal pengolahan dan ukiran kayu di jepara, kami sangat percaya diri dengan kualitas produk mebel klasik jepara yang kami hasilkan. dengan pengalaman tersebut kami juga mampu mengembangkan design2 ukiran klasik yang sudah ada menjadi produk mebel berpola ukiran baru. dijepara itu banyak juga designer handal kelas international lho, mereka ini yang bisa mengembangkan design2 baru yang bisa me refresh produk2 pasaran.

Kami menerima pesanan mebel jepara ukiran klasik design custom sesuai dengan kriteria dan spesifikasi dari pembeli kami. Anda bisa menjadikan gambar produk mebel yang ada di web ini sebagai referensi design, dan kami akan membuatkan sketsa design yang baru untuk diproduksi. Pembelian mebel desain custom seperti ini perlu waktu diskusi agar tidak ada kesalahan di belakangan.

Pesanan untuk proyek juga bisa kami kerjakan, misal anda sedang hunting suplier untuk memenuhi kebutuhan proyek pembangunan anda, monggo kita diskusi. kami bisa kerjakan design dari yang sudah anda miliki maupun kita kembangkan bareng2 based on kondisi lapangan. harga untuk pesanan besar berbeda dengan harga eceran, tentu saja kita lihat dan pertimbangkan semua faktor dulu agar dapat berikan harga murah maksimal dengan kualitas bagus maksimal pula.

Sejarah Mebel Jepara Ukiran Klasik

Sumber : wikipedia, edit2 dikit, serta cerita bapak ibu dan simbah2 kami.

Mebel ukir jepara sudah ada sejak jaman kerajaan kuno dulu, banyak sekali bukti2 sejarah yang membuktikan keahlian penduduk jepara dalam pengolahan dan ukiran kayu, banyak situs seperti pada ukiran masjid mantingan ( makam ratu kalinyamat ), masjid agung jepara dan banyak bangunan lain yang membutikan keahlian masyarakat jepara dalam hal kerajinan ukiran kayu. tokoh2 besar jepara seperti Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan Mbah Kartini juga sangat besar peranannya dalam perkembangan mebel ukir jepara.

Pada masa Kerajaan Kalingga yang diperintah Ratu Shima, usaha mebel dan ukiran kayu telah mulai dikembangkan terutama dalam pembuatan rumah tradisional, istana, dan kapal. Pada zaman Kerajaan Majapahit, Jepara menjadi salah satu wilayah ekspansi seniman- seniman ukir Hindu yang memperkenalkan motif ukir Majapahit dan Bali. Pusatnya di Dusun Belakang Gunung, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara. Mulyoharjo sekarang telah dikenal menjadi setra ukiran dan patung jepara yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar kota.

Pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadirin, muncul pengukir terkenal asal Tiongkok, Cwie Wie Gwan atau Sungging Badar Duwung, yang mengajarkan motif bunga dan daun. Ukiran Sungging Badar Duwung lestari hingga kini menghiasi Masjid Mantingan dan makam Ratu Kalinyamat.

Kemudian pada masa RA Kartini, para tukang kayu dan pengukir Jepara terangkat ke dunia internasional. Melalui lembaga Oost en West, Kartini memamerkan dan memasarkan produk-produk Jepara, termasuk ukir-ukiran dan patung, di Belanda.

Kartini bahkan berupaya melindungi produk-produk Jepara dengan mengkritik orang-orang yang meremehkan karya ukir Jepara. “…saya sakit hati kalau barang-barang yang sangat indah itu menjadi milik orang-orang yang acuh tak acuh, yang tidak dapat atau sekurang-kurangnya tidak cukup menghargai barang-barang itu…” ( Mbah Kartini, Pembaharu Peradaban, 2010 )

Menurut penulis Kartini, Pembaharu Peradaban, Hadi Priyanto, pada masa Kartini, para pengukir di Dusun Belakang Gunung hidup miskin dan sederhana. Mereka tinggal di rumah reot yang terbuat dari bambu dan beratap daun nipah. Mereka tidak mempunyai tempat untuk memasarkan ukir-ukiran. Mereka bahkan tidak dapat menentukan harga karya karena pembeli yang memegang kendali. Berapa pun uang yang diberikan pembeli, mereka menerima begitu saja.

Sekarang kondisi Dusun Belakang Gunung ( Desa Mulyoharjo ) telah berubah. Sebagian besar rumah pengrajin sudah berupa bangunan permanen dan di hampir setiap rumah terdapat showroom dan tempat kerja di bagian depan. Jalan desa, yang semula sulit dilalui dua mobil yang berpapasan, kini dapat dimasuki truk-truk tronton pengangkut karya para pengukir. Para pembeli dan wisatawan dari luar negeri kerap berkunjung ke desa mulyoharjo yang kami sebt sekarang kawasan “pavingan” itu.

Pada perkembangannya, kesenian ukiran jepara banyak dipengaruhi oleh gaya atau motif ukiran dari eropa, Hal ini (mungkin) di karenakan kolonialisme penjajah yang berabad abad secara langsung berpengaruh terhadap kebudayaan asli bangsa kita termasuk di kota jepara, Para penjajah yang menetap di negara kita membawa serta keluarga dan segala perabotan mereka ke negara kita. termasuk juga perabot mebel mereka. Hal inilah awal perkenalan jepara dengan ukiran motif eropa.

Dan pada perkembangannya motif ukiran eropa membuat jepara di kenal sebagai salah satu kota di dunia yang meng eksport mebel antik dengan ukiran2 khas eropa ke negara2 tersebut, dan juga benua amerika dan australia dll. kami juga memfasilitasi konsumen ber bahasa inggris kami dengan membuat satu website khusus berbahasa inggris, anda bisa check Indonesia furniture manufacturer factory.

Mungkin cukup kiranya share pengalaman kami tentang ukiran jepara. Silahkan menelusuri koleksi mebel jati jepara kami dan hubungi kami jika masih ada informasi yang anda perlukan dari semua produk mebel jepara ukiran klasik kami.

Summary
mebel jepara ukiran klasik
Article Name
mebel jepara ukiran klasik
Description
Mebel jepara ukiran klasik adalah kebanggaan kami sebagai pelaku industri yang juga kebetulan adalah putra daerah jepara asli
Author
Publisher Name
Kedai Mebel Jepara
Publisher Logo

Incoming search terms:

  • foto bule cek furnitur di pengrajin
  • gambar truk ngangkut barang mebel
  • macam ukiran dinding jepara
  • penjelasan ukiran klasik

Social Media